Masalah depresi pada orang Dewasa atasi dengan 3 langkah ini.

Masalah depresi dan pengertiannya


Masalah Depresi adalah masalah gangguan mental yang ditandai dengan ciri suasana hati yang terus merasa tertekan sehingga kehilangan semangat untuk melakukan aktifitas. dan kondisi ini akan menurunkan kualitas hidup

Setiap orang berpotensi menghadapi masalah depresi. Dalam perjalanan hidup yang penuh dengan tantangan tidak jarang orang mengalami depresi.

Ketika melihat seseorang yang murung dan tidak bersemangat melakukan aktifitas serta cenderung menyendiri, Maka kita mengatakan dia sedang mengalami depresi.
Masalah depresi tidak dapat dianggap sepele, karena bila dibiarkan seseorang terus dalam kondisi depresi akan mengalami penderitaan yang hebat .

Depresi adalah penyakit medis, suatu masalah yang langsung berhubungan dengan otak, dan akan terlihat dalam perilaku.
Depresi dapat berkembang secara bertahap sehingga Anda sulit mendeteksi penyakit ini sejak awal.

Anda hanya dapat melihat dari perilaku yang berubah dan bila dibiarkan kelakuan yang menunjukan depresi mulai menjadi rutinitas. Mulai mempengaruhi aktifitas anda, dengan cara mulai malas sekolah , kuliah atau bekerja.

Depresi yang tidak dengan segera ditangani dapat membuat kondisi Anda lebih parah. kondisi yang sudah parah dapat menghancurkan karir, merusak hubungan keluarga bahkan dapat berujung pada kematian. Depresi dapat dihindari dengan cara:

  1. Identifikasi penyebab depresi
  2. Lakukan pengobatan berdasarkan identifikasi, apakah cukup dengan konseling atau perlu tindakan medis
  3. lakuakan aktifitas yang mencegah timbulanya depresi kembali.


1.Identifikasi Penyebab depresi

-Semua manusia pasti pernah mengalami stres. akan tetapi tidak semua orang dapat mengelola stres nya dengan baik.

Dalam beberapa kasus ada orang yang bisa menyikapi suatu masalah dengan tenang. tetapi ada yang langsung cemas dan ketakutan yang berlebihan. Penyebab depresi bisa macam-macam antaralain:

-Trauma yang sangat dalam baik penerimaan perlakuan yang menyakitkan, ataupun kehilangan orang yang dikasihi, atau adanya masalah yang sangat pelik yang tidak dapat diselesaikan sendiri.

-Adanya ketidak seimbangan senyawa kimia di dalam otak.

-Memiliki ciri kepribadian tertentu, tertutup, sifat rendah diri, terlalu keras dalam menilai diri sendiri, selalu berpikir negatif, pesimis, atau terlalu bergantung kepada orang lain.

-Penderita penyakit kronis yang lama dan tidak kunjung sembuh dapat juga memicu depresi

-Mengkonsumsi obat-obatan tertentu seperti beberapa obat tekanan darah tinggi atau obat tidur.

-Sikap yang terlalu mengasihi diri sendiri sehingga tidak siap menerima kepahitan atau kegagalan.

-Faktor genetik :. Seseorang yang mempunyai keluarga yang depresi akan cenderung mengalami depresi.

Gejala Depresi

Tanda-tanda depresi sangat sulit di kenali pada tahap awal. Akan tetapi bagi orang yang mempunyai sejarah keluarga ada yang mengalami masalah depresi, Sudah seharusnya cepat berkonsultasi ke dokter.

Apabila melihat adanya perubahan perilaku. Salah satu gejala yang disebut dysthymia( gangguan susana hati yang bertahan lama disebut juga depresi persisten.

Adapun gejala yang sering ditampilkan dan dapat diidentifikasi adalah:

-Rasa cemas dan kawatir yang berlebihan

-Merasa bersalah dan menganggap diri tidak berharga

-Suasana hati yang buruk,sehingga mengakibatkan mudah marah dan sensitif

-Sulit berkonsentrasi dan tidak dapat mengambil keputusan. selalu berputar pada masalah diri sendiri.

-Mengalami gangguan tidur dan kurang selera makan

-Tidak mempunyai motivasi untuk apapun dan timbul pikiran untuk menyakiti diri sendiri.

-Mengalamigangguan pencernaan.

-Mengurung diri dan sering melamun.

Masalah depresi yang diatasi sendiri

2. Pengobatan gangguan Depresi


Beberapa cara yang dianjurkan dokter untuk mengatasi masalah depresi, antara lain:

-Melakukan psikoterapi. dengan cognitive behavior terapy untuk membantu penderita melepaskan pikiran dan perasaan negatif, serta menggantinya dengan respon positif.
-Konseling untuk menolong penderita membuka diri, dan membantu penderita mengatasi rasa cemasnya

-Terapi psikodinamis untuk membantu penderita memahami apa yang dirasakannya dan bagaimana merespon perasaan tersebut.
-Penggunaan obat antidepresan. Penggunaan obat-obatan ini harus selalu dalam pengawasan dokter karena efek samping yang cukup banyak.

-Bimbingan spiritual untuk mengontrol pikiran dan perilaku- perilaku negatif dengan cara berpikir yang lebih akurat dan seimbang mengenai diri sendiri dan dunia.

-pendampingan terhadap penderita sampai dia dapat menerima realita.

-Berolah raga yang teratur dan melakukan rekreasi

3. Pencegahan Depresi

Beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah gangguan depresi, antara lain:

-Hindari kebiasaan menyendiri dengan cara aktif di organisasi baik keagamaan maupun organisasi sosial.
-Buat hidup lebih sederhana dengan membuat perencanaan jangka pendek dan panjang.
– Lakukan kegiatan yang positif dan bermanfaat bagi orang lain.
-Berolahraga secara teratur dengan durasi sekitar 30 menit.
-Konsumsi makanan dengan gizi seimbang dan pola makan yang teratur. konsumsi makanan yang merangsang hormon bahagia.
-Buat hidup lebih santai dan hindari stres.
-Hindari konsumsi minuman beralkohol serta obat-obatan terlarang

-biasakan untuk bisa curhat kepada teman dekat , supaya masalah yang dihadapi tidak ditanggung sendiri.

-Berpikir positif dengan cara penderita masalah depresi akan belajar mengobah pola pikir dan perilaku sehingga dapat meringankan depresi,

-Lakukan kegiatan yang seimbang antara karir dan sosial.

-Belajar dari pengalaman orang lain

-Mensyukuri segala sesuatu yang terjadi karena hidup adalah anugerah.

Baca juga:

Olahraga yang teratur dapat mengendalikan stres anda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Shares
error: Content is protected !!